BeritaPeristiwa

Marak, Mesin ATM Hendak Dibobol dan Pedagang Sering Kemalingan

Redaksi Utama
Rabu, 17 Maret 2021, 13:32 WIB
Last Updated 2021-03-25T09:52:45Z
Mesin ATM yang hendak dibobol

DENPASAR
- Peristiwa pencongkelan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lagi-lagi terjadi. Hanya berselang sehari, setelah aksi serupa yang terjadi di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, kali ini yang menjadi sasaran adalah ATM Bank Pembangunan Daerah Bali yang terletak di Pertokoan Mahagraha, Jalan Gatot Subroto Timur, Banjar Kertagraha, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (16/3).

“Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan sekitar pukul 06.30 Wita,” terang sumber kepolisian, Rabu (17/3). Ketika petugas Ni Ketut Murtini, 45, membersihkan area dalam ruang ATM, dikejutkan dengan mesin yang rusak seperti habis dicongkel oleh seseorang.

Hal itu lalu dilaporkan kepada pihak BPD Bali yang diteruskan kepada polisi. Dari aparat kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil analisa rekaman CCTV yang terpasang di luar dan dan di dalam ruang ATM, terlihat satu orang yang datang lalu melakukan pencongkelan pada mesin hingga rusak. “Pelaku cuma satu orang, menggunakan semacam besi atau linggis,” tandas sumber tersebut.

Kini polisi masih melakukan pendalaman terkait ciri-ciri pelaku. Beruntung tidak ada uang yang berhasil diambil oleh pelaku. Namum belum dirinci kerugian yang diderita pihak bank akibat dari kerusakan mesin ATM.

Lokasi ATM sejatinya cukup padat. Di sebelah selatan ATM ada sejumlah toko, ada juga sebuah bank, dan warung yang berada di sebelah barat ATM, namun beberapa toko terlihat dalam kedaan tutup. Area ATM yang disantroni maling kini sudah berisi garis polisi dan mesin ATM-nya terlihat rusak. Tidak terlihat adanya sekuriti yang berjaga di pertokoan itu.

Salah seorang pemilik warung yang terletak di seberang jalan bernama Nurul, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut dan bingung dengan adanya keramaian sekitar pukul 10.00 Wita di lokasi pasca peristiwa itu. Biasanya, di pertokoan itu beroperasi hingga jam 22.00 Wita dan akan sepi setelahnya.

Nurul mengatakan, pertokoan itu merupakan tempat yang rawan dicuri. Ada beberapa kali kehilangan barang yang dialami pemilik warung di sebelah barat mesin ATM.

“Sebetulnya sering terjadi kehilangan barang, terutama di warung sebelah barat ATM itu, yang hilang barang dagangan yang biasanya disimpan di warung,” tuturnya. Nurul juga tidak mengetahui apakah ada sekuriti yang berjaga disana.

Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, mengatakan belum mendapatkan laporan. “Laporan belum masuk, nanti kalau ada saya kabari,” jawabnya.

TrendingMore